Oleh: jat1652 | Desember 4, 2008

Industri Telekomunikasi Indonesia Tumbuh Pesat

BUKIT TINGGI–Dirjen Postel Departeman Kominfo, Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, industri telekomunkasi di dalam negeri tumbuh dengan pesat, karena aktifnya para vendor telekomunikasi mengembangkan usahanya.

Pertumbuhan industri telekomunikasi pada tahun ini diperkirakan mencapai 40 persen, naik dibanding tahun lalu yang hanya antara 30 sampai 35 persen, kata Dirjen Postel di Muara Sipongi usai meresmikan BTS 15.300 XL Muara Sipongi, Sumatera Utara, Jumat.

Ia mengatakan, pasar telekomunikasi masih sangat menjanjikan, karena itu semua vendor berlomba-lomba membuat terobosan baru untuk menarik nasabah apalagi daerah-daerah yang terpencil masih banyak yang belum terjamah.

Besarnya pertumbuhan industri itu hingga saat ini masih belum terganggu oleh gejolak krisis keuangan global yang terjadi akhir-akhir ini, karena industri telekomunikasi merupakan kebutuhan dasar masyarakat, katanya.

Menurut dia, pada tahun depan industri telekomunikasi akan terus berkembang karena kebutuhan masyarakat terhadap komunikasi semakin besar.

Dengan jumlah penduduk yang mencapai 240 juta orang, Indonesia tetap merupakan pasar potensial bagi perkembangan industri telekomunikasi, katanya.

Karena itu, lanjut dia, merasa bangga dan bahagia dengan adanya vendor seperti XL yang masuk ke daerah terpencil untuk memberikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat di bidang komunikasi. “Kami harus mendukung XL yang mau masuk ke daerah terisolir dan ini harus dihargai karena ini merupakan kebutuhan yang mendasar bagi masyarakat luas,” katanya.

Ia mengatakan, masih banyak daerah terpencil yang belum tersentuh oleh industri ini, karena diharapkan para vendor lainnya akan dapat mengikuti jejak XL yang dinilai sangat mulia.
XL memperhatikan pasar, ia melihat kebutuhan masyarakat terhadap komunikasi ini sangat tinggi dan ini harus didukung sepenuhnya, ucapnya.

Sementara itu, Bupati Mandailing Natal, Amru Daulai mengatakan, XL diharapkan akan terus membangun BTS di daerah terpencil di Sumatera Utara yang masih belum terjamah.

Karena dari jumlah penduduk sebesar 500 ribu orang itu baru terserap hanya 200 ribu orang, ujarnya. “Kami akan mendukungnya dan memberikan kemudahan fasilitas karena memberikan masyarakat bisa berkomunikasi dengan lebih baik, ” tambahnya.

Ia mengatakan, perhatian XL terhadap daerah terpencil khususnya di Sumatera Utara membuat saya terharu dan bangga karena masih ada perusahaan yang peduli terhadap kebutuhan masyarakat luas.
“Kami merasa bahagia bila melihat seorang petani setelah bekerja keras bisa berkomunikasi dengan kerabatnya yang jauh, berkat masuknya XL ke kawasan itu,” ucapnya.

Presiden Direktur Exelcomindo Pratama Tbk, Hasnul Suhaimi mengatakan, XL akan berusaha keras untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dengan masuk ke wilayah terpencil dengan harga murah sehingga mereka bisa saling berhubungan melalui komunikasi udara. “Kami ingin mendukung program pemerintah dengan upaya meningkatkan pelayanan telekomunikasi kepada masyarakat luas,” katanya. Antara/yto

http://www.republika.co.id/berita/13867.html

Presiden Amerika George Bush mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia memulai jabatan sebagai Presiden tidak siap untuk berperang, dan penyesalannya yang terbesar adalah intelijen salah tentang senjata penghancur masal yang katanya dimiliki Irak.

Bush membuat komentarnya dalam wawancara dengan televisi ABC, serta menurut rencana akan disiarkan Senin malam. 

Presiden mengatakan ia mengharapkan intelijen tentang Irak berbeda, karena banyak orang mempertaruhkan reputasi mereka pada informasi yang salah itu. Tetapi Bush tidak bersedia berspekulasi, apakah ia tetap akan maju perang di Irak pada Maret 2003, seandainya ia tahu Saddam Hussein tidak memiliki senjata penghancur masal.

Ia juga mengatakan, menarik pasukan Amerika dari Irak sebelum waktunya yang tepat akan merugikan prinsip-prinsip yang dipegangnya.

Amerika menempatkan sekitar 146 ribu pasukan di Irak.

Lebih dari 4200 pasukan Amerika tewas di Irak sejak perang dimulai.

Secara terpisah presiden mengatakan, ia tidak mengantisipasi perang dan satu hal tentang kepresidenan modern, adalah bahwa yang tidak terduga akan terjadi.

Amerika juga sedang berperang di Afghanistan, dimana sekitar 34 ribu pasukan Amerika ditempatkan.

Menyinggung isu-isu lainnya, Bush mengungkapkan penyesalan bahwa krisis finansial global telah menyebabkan hilangnya banyak lapangan pekerjaan dan menyusutnya dana pensiun.

Ia mengatakan, dirinya mendukung intervensi pemerintah, kalau dibutuhkan, guna meringankan akibat dari resesi ini.

 

Sumber :

http://www.voanews.com/indonesian/2008-12-02-voa4.cfm

Kategori